Samaro Libers,

Perpustakaan SMP Negeri 2 Sambungmacan mengusung konsep co-working space (casa liber) dalam menaikkan level kebermaknaan belajar di sekolah; sebuah tempat untuk berlabuh sejenak, menjelajahi pengetahuan, menikmati bacaan, dan manifestasi ruang bagi pikiran untuk tumbuh.

Menempati gedung milik pemerintah yang dialokasikan khusus sebagai perpustakaan dengan luas 120,5 m², perpustakaan ini menjadi salah satu ruang esensial dalam mendukung pembelajaran, literasi, dan pengembangan diri warga sekolah.

Perpustakaan ini berada di lingkungan SMP Negeri 2 Sambungmacan, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) berstatus negeri, yang dapat libers sambangi di Klunggean RT 12 RW 05, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, 57253.

Pemilihan nama perpustakaan, Perpustakaan SMP Negeri 2 Sambungmacan, mengikuti nama lembaga induknya dan telah terdaftar dalam komunitas besar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dengan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) 3314071D01000001 dan berada di bawah satuan pendidikan dengan NPSN 20312930.

Co-working Space bagi 340 Warga Sekolah

Perpustakaan tidak hanya hidup melalui koleksi dan ruangnya, tetapi melalui orang-orang yang datang, membaca, belajar, berbagi, dan ikut menjaganya.

Saat ini, perpustakaan memiliki 340 anggota, yang terdiri atas 311 murid, 22 guru, 6 tenaga kependidikan, dan kepala sekolah.

Mereka datang dengan kebutuhan dan cerita yang berbeda. Ada yang mencari jawaban, ada yang menemukan kegemaran , ada yang sekadar ingin membaca dan melihat-lihat, bahkan ada yang ingin hanya duduk dalam tenang. Di tempat ini, semuanya memiliki ruang untuk belajar dengan caranya masing-masing.

Karena perpustakaan yang baik bukan hanya tempat buku disimpan, melainkan tempat pengetahuan dirawat dan manusia merasa diterima.


Ruang Temu bagi Ribuan Judul

Setiap rak menyimpan pengetahuan, setiap buku membuka kemungkinan.

Perpustakaan SMP Negeri 2 Sambungmacan tumbuh sebagai ruang yang mempertemukan murid dengan beragam pengetahuan. Koleksi yang tersusun di dalamnya bukan hanya kumpulan buku, melainkan bagian dari perjalanan untuk mengenal, memahami, bertanya, dan menemukan.

Dalam susunan klasifikasi 000 hingga 900, beragam bidang pengetahuan menemukan tempatnya. Karya Umum, Filsafat dan Psikologi, Agama, Ilmu Sosial, Bahasa, Ilmu Murni, Ilmu Terapan, Kesenian dan Olahraga, Kesusasteraan, hingga Sejarah dan Geografi membentuk bentang koleksi yang beragam dan saling melengkapi.

Di antara keragaman tersebut, 600 – Ilmu Terapan menjadi bagian terbesar dengan proporsi 24,6%, disusul 500 – Ilmu Murni sebesar 17,8% dan 300 – Ilmu Sosial sebesar 13,3%. Bidang 400 – Bahasa hadir sebesar 10,4%, sementara 900 – Sejarah dan Geografi mencapai 9,8%. Selanjutnya, 800 – Kesusasteraan sebesar 8,0%, 700 – Kesenian dan Olahraga sebesar 7,4%, 200 – Agama sebesar 4,5%, 100 – Filsafat dan Psikologi sebesar 2,5%, serta 000 – Karya Umum sebesar 1,7%.

Sebaran koleksi tersebut dapat dilihat pada diagram berikut.


Keragaman itu menjadi cermin bahwa perpustakaan tidak berhenti pada satu bidang pengetahuan. Ada buku yang mengajak memahami alam, ada yang membuka cakrawala tentang masyarakat, ada yang memperkenalkan bahasa dan sejarah, ada pula yang membawa pembaca memasuki dunia seni dan kesusasteraan.

Karena itu, koleksi perpustakaan senantiasa dipandang sebagai ruang yang terus bertumbuh. Rak-raknya bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi jalan-jalan kecil menuju pengetahuan. Dari satu buku, mungkin lahir sebuah pertanyaan. Dari sebuah pertanyaan, tumbuh rasa ingin tahu. Dan dari rasa ingin tahu, terbuka kemungkinan bagi seorang murid untuk menemukan dunia yang lebih luas.

Melalui pengembangan koleksi yang berkelanjutan, Perpustakaan SMP Negeri 2 Sambungmacan berupaya menjaga keberagaman tersebut agar tetap relevan dengan kebutuhan pembelajaran, perkembangan pengetahuan, serta perjalanan literasi dan numerasi warga sekolah.